Negara Tak Lagi Menunggu, Imigrasi Palopo Jemput Bola Hingga Pelosok

SABER, PALOPO | Wajah layanan keimigrasian di Palopo kini berubah arah. Jika dulu masyarakat harus datang dan menunggu, kini pelayanan justru bergerak lebih aktif mendekat, menjangkau, bahkan menjemput langsung kebutuhan warga. Negara hadir dengan pendekatan yang lebih cepat, humanis, dan pasti.

Di bawah arahan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Selatan, seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) didorong untuk berinovasi. Kantor Imigrasi di Makassar, Parepare, Palopo, Bone, hingga Bantaeng, bersama Rumah Detensi Imigrasi Makassar, kini mengusung semangat yang sama menghadirkan pelayanan publik yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Bacaan Lainnya

Di Palopo, perubahan itu terlihat nyata di lapangan. Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Palopo menghadirkan Duta Layanan petugas garda depan yang siap menyambut dan membimbing pemohon sejak pertama kali datang. Mereka tak hanya memberi arahan, tetapi memastikan setiap tahapan layanan berjalan jelas tanpa kebingungan.

“Kehadiran Duta Layanan ini untuk memastikan masyarakat merasa didampingi dan dipermudah sejak awal,” ujar Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sulawesi Selatan, Friece Sumolang.

Senada dengan itu, Kepala Kantor Imigrasi Palopo, Yogie Kashogi, menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bentuk kepedulian terhadap masyarakat. “Kami ingin setiap pemohon merasa nyaman, terbantu, dan terlayani dengan baik sejak langkah pertama masuk kantor,” katanya.

Di dalam ruang layanan, peran Duta Layanan semakin terasa. Mereka aktif membantu pengisian data, memberi penjelasan prosedur, hingga mengawal proses permohonan sampai selesai. Semua dilakukan dengan prinsip cepat, tepat, dan efisien.

Tak berhenti di situ, Imigrasi Palopo juga memperkuat layanan berbasis Hak Asasi Manusia. Kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penyandang disabilitas mendapatkan jalur prioritas tanpa harus mengantre lama. Fasilitas penunjang seperti kursi roda, jalur pemandu (guiding block), toilet khusus disabilitas, ruang bermain anak, hingga ruang laktasi turut disediakan demi kenyamanan pemohon.

Inovasi lain yang tak kalah penting adalah layanan Eazy Passport. Program ini memungkinkan masyarakat mengurus paspor secara kolektif tanpa harus datang ke kantor imigrasi. Petugas akan langsung mendatangi lokasi seperti kantor, sekolah, perumahan, atau instansi, membawa perangkat mobile untuk verifikasi berkas dan perekaman biometrik di tempat.

Selain pelayanan administrasi, Imigrasi Palopo juga aktif melakukan edukasi melalui program Desa Binaan. Lewat peran Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA), masyarakat diberikan pemahaman terkait prosedur keimigrasian serta risiko kejahatan seperti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Penyelundupan Manusia (TPPM).

Edukasi ini diharapkan mampu membentengi masyarakat agar tidak mudah terpengaruh iming-iming pekerjaan ilegal di luar negeri, sekaligus meningkatkan kesadaran hukum.
Dengan berbagai terobosan tersebut mulai dari Duta Layanan, fasilitas ramah HAM, layanan Eazy Passport, hingga edukasi Desa Binaan Imigrasi Palopo optimistis mampu memberikan pelayanan yang semakin berkualitas.

Layanan ini tidak hanya ditujukan bagi warga Palopo, tetapi juga menjangkau masyarakat di wilayah Luwu Raya hingga Toraja Utara.
Kini, pelayanan publik tak lagi identik dengan antrean panjang dan prosedur rumit. Di Palopo, pelayanan berarti hadir lebih dekat, bekerja lebih cepat, dan melayani dengan sepenuh hati. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *