Bang Tiwa Bongkar “Penyakit Anak Gym”, Dari Ego Lifting Hingga Suplemen Berlebihan

oplus_35

SABER, PALOPO | Tren fitness kian digemari masyarakat, khususnya generasi muda yang bersemangat membentuk tubuh ideal di pusat kebugaran. Namun, di balik antusiasme tersebut, masih banyak kebiasaan keliru yang justru berpotensi merugikan kesehatan.

Fenomena ini kerap disebut sebagai “penyakit anak gym”, di mana sebagian orang terjebak dalam pola latihan maupun gaya hidup tidak seimbang demi mengejar hasil instan.

Bacaan Lainnya

Aktivis kebugaran sekaligus influencer fitness, Bang Tiwa, menuturkan bahwa kesalahan-kesalahan tersebut sering dianggap remeh, padahal dampaknya bisa menghambat progres bahkan menimbulkan cedera serius. Mulai dari mengangkat beban hanya demi gengsi, latihan berlebihan tanpa jeda istirahat, konsumsi suplemen berlebihan, hingga penyalahgunaan steroid semuanya bisa berakhir fatal bila tidak disadari sejak awal,” terangnya.

Salah satu kebiasaan yang paling sering ditemui, lanjut Bang Tiwa, adalah ego lifting. Banyak orang ingin terlihat kuat dengan memaksakan diri mengangkat beban di luar kapasitas.

“Masalahnya, form jadi berantakan dan justru rawan cedera di bahu, pinggang, hingga lutut. Padahal, kekuatan sejati bukan diukur dari seberapa berat beban yang diangkat, melainkan dari konsistensi, teknik yang benar, dan progres bertahap,” jelasnya. Sabtu (27/09/25).

Selain itu, ia juga mengingatkan bahaya konsumsi suplemen secara berlebihan. Menurutnya, tidak sedikit pemula terjebak anggapan bahwa semakin banyak suplemen yang dikonsumsi, semakin cepat pula hasil yang diperoleh. Padahal, tubuh lebih membutuhkan nutrisi alami dari makanan sehari-hari.

“Makanlah bahan makanan yang diolah sendiri, seperti sayuran, daging ayam, tahu, tempe, dan kedelai. Sesuaikan kebutuhan protein dengan berat badan, itu jauh lebih aman dan sehat ketimbang bergantung penuh pada suplemen,” sarannya.

Ia juga menekankan bahwa konsumsi suplemen yang berlebihan dalam jangka panjang bisa menimbulkan masalah serius. Kalau kebanyakan, ginjal dan hati yang bekerja menyaring zat tersebut bisa rusak. Alih-alih sehat, malah jadi sakit permanen. Suplemen itu hanya tambahan, bukan pengganti makanan utama,” tegas Bang Tiwa.

Terakhir, Tiwa menegaskan bahwa tujuan utama berolahraga adalah menjaga kesehatan serta kualitas hidup, bukan sekadar mengejar penampilan dalam waktu singkat. Ia mengajak setiap individu untuk kembali fokus pada tujuan latihan, memperhatikan teknik yang benar, mengatur pola makan alami, serta memberi tubuh waktu istirahat yang cukup. Ingat, gym bukan soal siapa yang paling cepat besar, tapi siapa yang paling konsisten dan sehat dalam jangka panjang.” pungkasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *