Jangan Asal “Spam Rowing”, Bang Tiwa Ingatkan Pentingnya Recovery Otot

SABER, PALOPO | Latihan punggung dengan metode “spam rowing” kini semakin populer di kalangan pegiat gym. Banyak orang berlomba melakukan berbagai variasi rowing demi mendapatkan bentuk punggung lebar dan tebal dalam waktu singkat.

Namun, influencer fitness asal Palopo, Bang Tiwa, mengingatkan bahwa latihan berlebihan tanpa recovery yang baik justru bisa berdampak buruk bagi tubuh.

Bacaan Lainnya

Menurut Bang Tiwa, rowing memang menjadi salah satu latihan efektif untuk membangun otot punggung, tetapi volume latihan yang terlalu tinggi tanpa jeda pemulihan dapat membuat otot dan sendi bekerja terlalu keras. Ia menilai masih banyak orang yang hanya fokus mengejar beban berat tanpa memperhatikan kondisi tubuh.

“Banyak orang berpikir makin sering rowing makin cepat besar back-nya. Padahal kalau recovery tidak bagus, yang datang justru pegal berkepanjangan sampai risiko cedera pinggang dan bahu,” ujar Bang Tiwa saat ditemui usai latihan di Palopo. Kamis (30/4/26).

Ia menjelaskan, salah satu hal yang harus dihindari setelah sesi spam rowing adalah kembali melatih otot punggung tanpa jeda istirahat yang cukup. Otot, kata dia, membutuhkan waktu untuk memperbaiki jaringan yang rusak setelah latihan berat. Jika dipaksa terus bekerja, perkembangan otot justru tidak maksimal dan performa latihan akan menurun.

Selain itu, Bang Tiwa juga menyoroti kebiasaan ego lifting yang masih sering dilakukan sebagian pegiat gym. Menurutnya, kondisi tubuh yang sudah lelah namun tetap dipaksa mengangkat beban berat dengan teknik buruk dapat meningkatkan risiko cedera serius, terutama pada punggung bawah dan bahu.

“Kadang orang habis back workout berat masih mau pamer angkat besar. Padahal form sudah hancur. Itu yang bahaya,” katanya.

Tak hanya soal latihan, Bang Tiwa menekankan pentingnya tidur cukup serta menjaga asupan protein dan cairan tubuh setelah latihan intens. Ia menyebut proses recovery otot terbesar terjadi saat tubuh beristirahat. Karena itu, kurang tidur dan pola makan yang buruk bisa menghambat pembentukan otot.

Ia juga mengingatkan agar tidak terlalu lama duduk membungkuk setelah latihan rowing karena dapat membuat otot punggung semakin kaku. Begitu pula dengan kardio berlebihan di hari yang sama yang dinilai bisa membuat tubuh mengalami overfatigue.

Di akhir keterangannya, Bang Tiwa berpesan kepada masyarakat, khususnya pria dan wanita yang aktif berolahraga, agar lebih bijak dalam menjalani latihan beban.

Menurutnya, perkembangan otot bukan hanya soal seberapa keras latihan dilakukan, tetapi juga bagaimana seseorang memberi tubuh waktu untuk pulih.

“Latihan keras itu penting, tapi recovery lebih penting. Jangan cuma semangat ngegym, tapi lupa menjaga tubuh sendiri,” tutupnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *